Gara-Gara PKM 2015, Saya Diduakan!

Mungkin judul di atas sudah bisa memperjelas kemana arah tulisan saya ini. Ya, ini tentang kehidupan pribadi saya dengan sang pujangga hati yang menjadi salah satu panitia Pesta Komunitas Makassar 2015.

Semua berawal dari isu-isu yang terdengar bahwa dia yang akan dipilih menjadi ketua panitia PKM 2015. Kala itu sebagai pasangan yang baik dia meminta pendapat saya tentang keterlibatannya menjadi panitia PKM2015. Saya dengan berlapang dada sangat mendukung bahkan mendorong dia untuk ikut terlibat aktif dalam kepanitian PKM 2015.

Saya pikir dia tidak akan sesibuk sampai tidak punya waktu berdua dengan saya. Lagi pula bukan kebiasaan kami untuk saling larang melarang sesuatu yang sudah menjadi hobi ataupun melakukan suatu kebaikan. Ternyata salah, dia lebih memilih menghabiskan waktu untuk PKM 2015.

Setiap hari sepulang kuliah dia langsung menuju ke Sushibizkid, sebuah yatai Sushi, yang 2 (dua) tahun belakang menjadi tempat berkumpulnya banyak komunitas di Makassar. PKM 2015 pun tahun ini memilih tempat itu sebagai ‘sekretariat’. Setiap hari, panitia PKM 2015 berkumpul sampai malam hari. Dia, pacar saya, juga melakukan hal sama selama 3 bulan.

Waktu makan malam yang sudah menjadi ritual kami sudah sangat jarang dilakukan lagi. Kalaupun ada waktu buat saya, paling cuma sekitar beberapa menit saja dan yang dibahas pun masih soal PKM, yang diceritakan pun tentang persiapan PKM. Seandainya PKM itu adalah pria sudah saya hajar dia!

Seiring deadline waktu pelaksanaan PKM dia semakin sibuk, sampai-sampai untuk berkomunikasipun kami susah, terakhir informasi yang saya dapatkan kesehatannya drop. Saya bertanya-tanya apa yang dia lakukan sampai kondisi kesehatannya seperti itu?

Pernah suatu hari saya luangkan waktu untuk mencoba melihat apa yang dia lakukan di Subiz (singkatan dari Sushi Bizkid) ternyata mereka memang benar-benar sibuk mengerjakan tanggung jawab mereka masing-masing, ada yang berkumpul sembari berdiskusi soal konsumsi, ada yang memotong-motong tripleks, ada yang sibuk menelepon, ada yang mengecat properti PKM .

Persiapan Panitia PKM 2015 (sumber: @KomunitasMks)

Persiapan Panitia PKM 2015 (sumber: @KomunitasMks)

Kata Dia “Ini mi mereka panitia PKM yang dari siang sampai tengah malam menghabiskan waktu demi kegiatan ini, bahkan sudah banyak yang jatuh sakit karena kegiatan ini.” Saya heran dengan mereka semua yang rela bersakit-sakit hanya untuk acara Pesta Komunitas Makassar, padahal ada dari mereka yang baru kenal tapi sudah mati-matian seperti itu. Kata mereka ini bukan karena siapa-siapa, ini acara kita bersama seluruh komunitas di Makassar .

Dia yang notabene seorang wanita rela menghabiskan waktu sampai jam 3 subuh untuk ikut loading perlengkapan di lokasi kegiatan, Benteng Rotterdam. Saya saja tidak pernah menghabiskan waktu bersama sampai jam begitu. Dia pun tak sendiri, ada beberapa wanita juga yang rela menghabiskan waktunya di sana. Sungguh PKM begitu spesial, sungguh PKM merebut perhatian para wanita!

Tiba saat hari pelaksanaan pesta komunitas Makassar. Dia sama sekali tidak bisa meluangkan atau pun mencuri-curi waktu sedikitpun untuk saya bercengkrama layaknya pasangan-pasangan lain yang menikmati hiburan dari para penampil-penampil saat itu,. Katanya sibuk nge-print berbagai macam kebutuhan PKM, bahkan mandi pun belum dia tunaikan saat itu. Keterlaluan kamu PKM!

Saya yang datang pada saat sore di hari pertama PKM kesulitan memarkir kendaraan. Bahkan saat berjalan pun selalu berbenturan dengan orang lain. Begitu banyak, begitu padat orang-orang di benteng Rotterdam, benteng peninggalan kerajaan Gowa-Tallo. Memang selain sebagai situs sejarah, Benteng ini juga sering difungsikan sebagai tempat pelaksanaan acara-acara keren anak muda makassar.

Dalam benak saya acara apa ini? Ternyata inilah PKM, inilah PESTA KOMUNITAS MAKASSAR 2015 yang diikuti dari 130-an Komunitas Kreatif Makassar.

Inilah yang selama ini dipersiapkan oleh dia dan teman-teman panitia pelaksana, acara yang betul-betul di luar ekspektasi saya. Sebelumnya saya beranggapan PKM 2015 itu tak jauh berbeda dengan PKM yang dilaksanakan setahun yang lalu, tak berbeda jauh dengan acara pameran-pameran pada umumnya. Ternyata itu semua tertepis oleh antusiasme masyarakat dan komunitas-komunitas kreatif yang ada di kota Makassar layaknya pengunjung Mall saat menjelang hari raya.

Kemeriahan PKM 2015 (sumber: @KomunitasMksr)

Kemeriahan PKM 2015 (sumber: @KomunitasMksr)

Item acara yang mereka sebut panggung komunitas, menampilkan aksi dari berbagai komunitas. Bukan hanya 1 (satu) komunitas saja yang unjuk gigi, ada juga kolaborasi dari berbagai komunitas dengan penampilan yang sangat apik.

Hari pertama acara dibuka oleh live perform Band dari perwakilan 5 (lima) komunitas; IDM, YUILovers, StandUp Indo Makassar, Beatbox dan KPI. Mereka tampil dengan sangat padu. Kemudian penampilan Indah dibalut busana Muslimah oleh Komunitas Hijabers , Makassar Talent Hijab Community (MTHC).

Opening Ceremonial tidak cukup sampai di situ, adapula perwakilan dari tiap-tiap komunitas dengan membawa bendera kebanggaan masing-masing, mereka tampil dengan sangat rapi seperti telah latihan berbulan-bulan lamanya. Kemudian disusul dentuman musik beat oleh DJ Andi dari komunitas DJ Makassar yang mengiringi teman-teman dari komunitas Parkour yang sedang asik loncat.

Hari pertama acara diakhiri dengan lawakan dari komunitas Standup Indo Makassar yang membuat senyum para penonton semakin lebar. Juga penampilan Band dari komunitas Pajappa band yang membawakan lagu theme song PKM 2015.

Single Rope Technique (sumber: @KomunitasMksr)

Single Rope Technique (sumber: @KomunitasMksr)

Hari kedua diisi oleh banyak hiburan di booth masing-masing komunitas. Di booth Pajappa misalnya ada Single Rope Technique (Teknik yang banyak digunakan untuk menelusuri goa-goa vertikal dengan menggunakan 1 (satu) tali sebagai lintasan untuk naik dan turun medan vertikal) , ada pula hewan-hewan eksotik yang pertama kali saya lihat dengan mata telanjang dari Komunitas explor Makassar, dan juga hammock-hammock   (tempat tidur gantung ) yang bertebaran di mana-mana, rasanya keadaan saat itu seperti berada di alam bebas.

Malam Puncak acara ada penampilan budaya mulai dari tari 4 etnis dari komunitas Sobat Budaya Makassar diiringi alunan melodi musik modern. Ada pula Ritual Angngaru’, ritual sakral dalam masyarakat Sulawesi selatan. Angngaru’ adalah semacam ikrar atau ungkapan sumpah setia yang sering disampaikan oleh abdi kerajaan kepada rajanya. Di masa sekarang angngaru’ sering dilaksanakan untuk penyambutan tamu-tamu pemerintahan. Malam itu ritual angngaru’ ditampilkan oleh komunitas Taman Baca Akademos. Saya benar-benar merasa merinding melihat persembahan itu.

Susunan Hammock saat PKM 2015(sumber: @KomunitasMksr)

Susunan Hammock saat PKM 2015(sumber: @KomunitasMksr)

Layaknya Acara TV Nasional, PKM 2015 juga memberi penganugerahan atau apresiasi atas prestasi kepada komunitas-komunitas yang masuk dalam kategori Sinergi, Harmoni dan Aksi. Untuk pemenang Kategori Komunitas Ter-Sinergi jatuh pada Komunitas MJWJ (Man Jadda Wa Jadda) dan SIGI (sahabat Indonesia berbegi). Komunitas Ter-Harmoni direbut oleh komunitas SIGI (Sahabat Indonesia berbagi), InstaMKS, dan Komunitas IDM (Indonesian Drummer Makassar). Dan untuk Kategori Komunitas Ter-Aksi jatuh pada Komunitas 1000_Guru Makassar dan Komunitas Pajappa.

Tak Cukup sebagai ajang seremonial dan penampilan dari berbagai komunitas saja, PKM 2015 merancang agenda jangka panjang dengan mempertemukan komunitas yang terbagi atas 4 (empat) kategori; Komunitas yang bergerak di bidang Travelling, Onliner-IT, Hobby-Kreati dan Edukasi-Sosial. Mereka melebur, bertukar gagasan dan berkomitmen untuk dilaksanakan bersama-sama. Di Bidang Traveling misalnya menghasilkan Kegiatan Kemah Bakti dan seribu sayap merpati di pantai losari.

Untuk Bidang Edukasi-Sosial, beberapa komunitas menyepakati untuk membuat festival anak , edutrip yaitu jalan-jalan sembari saling sharing pengetahuan dan pengalaman. Yang terakhir ada Project Pemberdayaan Masyarakat. Sungguh rencana yang luar biasa dan PKM dapat menyatukan mereka,. PKM meleburkan mereka dalam 1 aksi nyata!

Kategori Onliner-IT pun tak kalah dengan kategori lainnya. Ada 3 kegiatan yang akan mereka jalankan bersama yaitu PKM road to school, memberikan edukasi kepada siswa(i) tentang etika dalam berinternet. Yang kedua ada Jambore Instagram sedunia dan terakhir buka puasa bersama anak yatim sekaligus pemecahan rekor muri.

Kelas Kolaborasi Kategori Sosial - Edukasi (sumber: @KomunitasMksr)

Kelas Kolaborasi Kategori Sosial – Edukasi (sumber: @KomunitasMksr)

Kategori Hobby-Kreatif juga mempunyai program kerja kedepannya mereka berencana membuat Expo Komunitas Kreatif dan Pembuatan Film Indie yang akan bercerita tentang komunitas-komunitas kreatif Makassar.

Keren, hebat dan luar biasa komunitas ini!

Dengan tagline Sinergi, Harmoni, Aksi Pesta Komunitas Makassar 2015 berjalan selama 2 hari itu betul patut diapresiasi bukan sebagai ajang hura-hura semata, melainkan ajang bersinergi dari berbagai komunitas dengan menciptakan harmoni melalui aksi yang nyata. Pantaslah jika PKM 2015 menjadi kekasih baru bagi kekasihku, melihat event luar biasa seperti ini, pengorbanan para panitia pelaksana, output kegiatan yang akan menjadi aksi nyata dari berbagai komunitas di Makassar membuat saya merasa wajarlah bila saya terduakan olehmu PKM 2015!

Iklan

2 pemikiran pada “Gara-Gara PKM 2015, Saya Diduakan!

  1. Ping balik: #BakuSekam : Menulis Mengasah Otak | Ardian Adhiwijaya

  2. Ping balik: Dear PKM, Terima Kasih Telah Mempertemukan Kami – Ruang Dokumentasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s