Makassar Dagang, Kita’ Jual Kami Beli

Makassar, ibukota provinsi Sulawesi Selatan yang memang terkenal dengan masyarakatnya yang suka berdagang. Hal ini dibuktikan dengan Penelitian Poelinggomang Edward tentang “Kebijakan Perdagangan Maritim di wilayah nusantara” yang mengatakan bahwa Sejarah Makassar tidak terlepas dari kegiatan perdagangan maritim di wilayah Nusantara, Asia Tenggara, dan Asia Timur pada umumnya. Dengan adanya interaksi antarpusat perdagangan, Makassar menjadi salah satu pintu masuk bagi para pedagang, terutama para pedagang Eropa.

Jadi dari sejak dulu nenek moyang orang Makassar sudah terkena efek berdagang. Begitu pula era sekarang ini, bakat berdagang orang-orang sangat besar. Dengan semangat itu Iskandar Cita membuat group facebook MAKASSAR DAGANG (MD) dengan dalih orang-orang Makassar itu suka berdagang.

Group Facebook Makassar dagang yang ia didirikan pada tahun 2010 yang berawal saat ia masih bekerja paruh waktu di warung internet (warnet). Selain karena alasan orang Makassar suka berdagang Andar (sapaan akrab Iskandar Cita) punya cita-cita agar perputaran ekonomi atau jual-beli dimakassar hanya dikelola oleh orang Makassar saja.

Group facebook yang mempunyai member lebih dari 70.000an orang ini sangat mendukung aktifitas jual-beli barang bekas maupun baru dikota Makassar. Beberapa teman akrab saya pun sudah banyak yang bertransaksi jual-beli di Makassar Dagang, selain caranya sangat mudah karena hanya upload dan tulis beberapa keterangan tentang barang jualan, Makassar dagang juga sangat realtime atau prosesnya sangat cepat, setelah upload (unggah) jualan ,tunggu komentar dan deal (persetujuan) harga kemudian ketemuan ditempat yang disepakati untuk melihat kondisi barang. “Tidak perlu telpon-menelpon cukup menunggu komentar saja di FB” kata teman saya yang pernah bertransaksi di Makassar Dagang.

Saya juga pernah beberapa kali bertransaksi di MD merasakan hal yang sama, sangat mudah dan prosesnya tidak rumit lagipula peluang kena tipu sangat minim karena baik barang baru atau bekas bisa di cek kondisinya terlebih dahulu.

New Picture (11)

Barang Jualan di Makassar Dagang (sumber: Makassar Dagang)

Istilah COD (cash on delivery/bayar ditempat), TT (tukar tambah), NO AFGAN (tidak nawar sadis) sering dijumpai di timeline MD, hampir tiap jam ada postingan baru segala macam barang bekas dan baru. Barang-barang seperti Handphone,Laptop, Komputer, asesorir Handphone, hardware komputer,kendaraan, pakaian, barang kuno, batu akik, property rumah menjadi barang yang paling banyak di posting. Bahkan barang yang aneh pun seperti jimat-jimats, obat kuat, pula pencarian orang sering saya jumpai. Kata teman saya “biarpun barang yang tidak kita cari adaji dijual di MD”.

Selain tempat berdagang MD juga menjadi ruang silaturahmi antar sesama pedagang. Postingan sharing pengetahuan utamanya soal kualitas barang ataupun review barang tak jarang ditemui. Bahkan kadang-kadang terjadi gesekan antar sesama warga MD, perbedaan pendapat berujung saling bully menjadi hiburan tersendiri bagi saya.Selain itu, efek positif MD menurut Andar, sudah ada beberapa warga MD yang rela meninggalkan profesi mereka dan fokus bergelut menjadi pedagang di MD. Tidak diatur waktu kerja kapanpun mau posting barang jualan menjadi alasan utama beberapa orang yang lebih memilih “bekerja” diMD. Keuntungan yang didapatkan juga jelas tidak ada potongan pajak yang penting harga cocok, keuntungan 100% milik pedagang.

Penipuan juga tak dipungkiri sering terjadi dengan adanya laporan warga MD yang kena tipu oleh beberapa oknum. Dengan masalah itu Andar yang juga selaku Admin MD memberlakukan aturan tegas dengan blokir secara permanen pelaku penipuan. Walaupun tetap terjadi ia berharap dengan aturan itu dapat meminimalisir penipuan di MD dan tentunya kerjasama warga MD sangat diharapakan agar aturan itu dapat berjalan maksimal dengan melaporkan pelaku penipuan dan cermatlah dalam membeli.

New Picture (12)

Fasilitas Facebook untuk group Jual-Beli (sumber: Makassar Dagang)

Seiring perkembangan teknologi, Facebook seakan-akan memanjakan dan mendukung aktifitas jual-beli di MD dengan mengembangkan fasilitas groupnya menjadi group khusus jual-beli. Perbedaanya dapat kita lihat dengan fasilitas postingan, ada khusus postingan untuk menjual sesuatu (sell something), fasilitas diskusi (discussion) dan fasilitas bertanya (ask something) dan juga kita dengan mudah mengetahui barang-barang yang telah terjual serta barang yang belum laku terjual. Fasilitas itu menjadikan proses jual-beli lebih mudah lagi, sangat berbeda ketika saat pertama kali saya bergabung di group MD, fasilitasnya tidak ada bedanya dengan group-group lain.

Karena berkembangnya fasilitas itu Andar semakin menegaskan bahwa MD bukanlah Online Shop melainkan Social Market Place atau forum berkumpulnya para pedagang. Layaknya pasar tradisional dimana para pedagang berkumpul dan menjual barang mereka masing-masing hanya perbedaanya MD lebih memanfaatkan fasilitas media sosial Facebook. Selain tidak ada biaya sewa tempat kelebihan lainnya itu lagi, sangat mudah. Buat akun facebook gratis, bergabung di group MD gratis, posting barang jualan gratis. Keuntungannya dinikmati sendiri oleh para pedagang MD.

Iskandar Cita yang juga owner Clothing Kampoeng Merdeka dan penggiat UKM Kreatif Makassar ini berharap kedepannya MD lebih bisa professional lagi. Ia berencana untuk memberikan seminar atau pelatihan branding barang dagangan kepada warga MD. Setidaknya dengan usaha itu perkembangan ekonomi kreatif warga Makassar dan warga MD khususnya lebih besar lagi dan berefek kepada roda perputaran ekonomi dikota Makassar.

Untuk bergabung sebagai member MD, silahkan klik MAKASSAR DAGANG

Iklan

6 pemikiran pada “Makassar Dagang, Kita’ Jual Kami Beli

  1. saya sudah sering sekali bertransaksi di Makassar Dagang.. dari menjual hingga membeli.. hanya saja memang perlu kehati-hatian dalam melakukan transaksi di Makassar Dagang karna banyak mafia-mafia disitu..

    Suka

  2. Saya sering mampir ke MD ini,kadang ada juga orang posting tulisan keluar dari topik bhkan adajuga yang sengaja melawak malah balik di bully habis-habisan. Entah apa yang salah tapi kayaknya MD bukan hanya jadi Social Market Place tapi jadi ajang silaturahmi bagi para pedagangdan pembeli yang bertransaksi

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s