Refleksi 1 tahun Komunitas 1000_guru Makassar

Komunitas 1000_Guru Makassar, Komunitas yang bergerak di bidang edukasi-sosial ini berdiri pada tanggal 18 Juli 2014. Saat itu orang-orang berbagai macam latar belakang profesi berkumpul pada pertemuan pertama pembentukan komunitas 1000_Guru Makassar. Memang saat itu anak-anak muda Makassar lagi “genit-genitnya” untuk berkomunitas. Apalagi agenda pembentukan komunitas ini tak jauh berselang beberapa bulan semenjak pelaksanaan Pesta Komunitas Makassar 2014. Efek Pesta Komunitas membawa animo anak-anak muda Makassar untuk berkomunitas semakin meningkat pesat.

Malam itu tepat saat 17 Ramadhan, diproklamirkanlah komunitas ini. 29 Orang anak muda yang tergabung menjadi pengurus komunitas ini berkomitmen untuk ikut mengambil sedikit peran dalam memajukan pendidikan Indonesia, Sulawesi Selatan khususnya.

Lewat nawaitu (niat) itu komunitas ini memilih program “traveling and teaching” menjadi salah satu program yang wajib mereka laksanakan. Rencana awal TNT akan dilaksanakan tiap bulan, akan tetapi bagi saya pribadi ini kuranglah tepat, mengingat beberapa dari teman-teman pengurus sudah memiliki kesibukan yang lain.

Oh iya, saya juga termasuk dari 29 orang yang hadir saat pembentukan komunitas ini di salah satu “Coffe Shop” yang berada di Jl. Hertasning.

Tentunya konflik antar sesama anggota tak pernah lepas dalam perjalanan komunitas 1000_guru makassar mengingat komunitas ini hampir genap berumur 1 (satu) tahun. Bagi saya ini adalah sebuah proses, apalagi dalam sebuah komunitas ada berbagai macam karakter yang berbeda-beda. Untuk menyatukannya bukanlah semudah membalikkan telapak tangan.

Konflik merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindarkan dalam kehidupan. Bahkan sepanjang kehidupan, manusia senantiasa dihadapkan dan bergelut dengan konflik. Demikian halnya dengan kehidupan komunitas. Anggota-anggota komunitas senantiasa dihadapkan pada konflik. Perubahan atau inovasi baru sangat rentan menimbulkan konflik (destruktif: konflik konflik yang muncul karena adanya perasaan tidak senang, rasa benci dan dendam dari seseorang maupun kelompok terhadap pihak lain), apalagi jika tidak disertai pemahaman yang memadai terhadap ide-ide yang berkembang.

Menurut Berstein, konflik merupakan suatu pertentangan, perbedaan yang tidak dapat dicegah yang mempunyai potensi yang memberi pengaruh positif dan negatif. Harapan saya konflik yang terjadi dilingkup 1000_guru Makassar dapat membawa efek positif bagi seluruh pengurus komunitas ini. Artinya, konflik yang terjadi mampu membawa kita semua dalam proses pendewasaan diri dan menjadi bekal dalam menghadapi kehidupan sosial sesungguhnya di kemudian hari.

*****

Prestasi dan prestise tak lepas dalam perjalanan 1 tahun komunitas 1000_guru Makassar. Baru-baru ini komunitas ini mendapatkan penghargaan sebagai komunitas ter-aksi dalam ajang pesta komunitas Makassar 2015. Bagi saya ini menjadi beban untuk komunitas 1000_guru Makassar. Tak mudah untuk mendapat penggargaan seperti itu, tentunya saya sadar aksi komunitas ini belum ada apa-apanya dibandingkan komunitas-komunitas lain.

Sebagai masukan untuk teman-teman 1000-guru Makassar sebagai komunitas ter-aksi agar bisa lebih membuka diri untuk berkolaborasi dengan komunitas-komunitas lain. Saya berharap komunitas ini menjadi contoh bahkan menjadi barisan terdepan untuk mengajak komunitas-komunitas lain untuk berkolaborasi utamanya dalam kegiatan bidang pendidikan.

Saya juga berharap kritikan-kritikan dari luar mampu dijadikan sebagai bahan refleksi bukan sebaliknya teman-teman lebih merespon negatif kritikan itu. Jadikanlah kritikan-kritikan itu sebagai intropeksi diri agar menjadi lebih baik lagi. Lagipula,menurut saya orang-orang mengkritik karena mereka peduli dengan komunitas ini. Mereka ingin komunitas 1000_guru Makassar lebih baik lagi dari sebelumnya.

Selamat hari jadi komunitas 1000_guru Makassar, saya mungkin menjadi orang pertama yang mengucapkan kalimat ini. Semoga dengan segala-segala masukan serta evaluasi dapat memantapkan lagi aksi-aksi kita dalam mencerdaskan anak pedalaman.

Terima kasih atas pengalaman-pengalaman berharga yang telah saya dapatkan semenjak bergabung dalam komunitas, kesalahan tentunya tak luput dari manusia. Maka dari itu saya memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila ada perkataan dan sifat yang melukai.

“we care, we love, we share”

 

 

 

Iklan

2 pemikiran pada “Refleksi 1 tahun Komunitas 1000_guru Makassar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s