Perihal Kehilangan

Ada alasan mengapa Tuhan menciptakan KEHILANGAN; agar engkau bersabar, agar engkau belajar

Beberapa hari yang lalu, saya merasakan bagaimana kehilangan itu. Bagaimana gundahnya perasaan saat itu ketika sadar telah kehilangan sesuatu.

Motor matic yang telah menemani selama 3 tahun dalam menunjang aktifitas harian saya hilang di kampus tempat saya mengabdikan diri. Entah siapa pelakunya dan bagaimana caranya. Saya tidak tahu sama sekali.

1 (satu) hal yang saya ingat adalah motor itu saya simpan di parkiran yang menurut saya paling aman. Selain itu motor itu tetap terkunci aman, sebagaimana hari-hari sebelumnya. Namun, yang namanya kehilangan apabila sudah akan datang, ia datang. Tidak pandang bulu, siapapun yang dapat giliran pasti akan merasakan.

Rasa sedih, jengkel dan emosi bercampur aduk. Seakan mencari kambing hitam atas kehilangan yang terjadi. Padahal tanpa kita sadari kehilangan ini merupakan takdir atau mungkin berupa teguran dari Sang Pencipta.

Saya pun kemudian hanya menghela nafas dan berusaha berpikiran jernih. Memang kala kehilangan datang, sangat sulit untuk seperti itu. Apalagi, kita manusia biasa, bukan seorang nabi yang dengan mudahnya mengikhlaskan sesuatu. Namun saya yakin kehilangan merupakan ujian, dimana saat kita melewati ujian itu, yakinlah kita akan menjadi manusia yang lebih berkualitas lagi.

*****

Perihal kehilangan, siapapun pasti akan merasakannya. Entahkah itu kehilangan orang terkasih, posisi, atau barang yang sangat berharga. Kehilangan menjadi suatu ketakutan yang bisa jadi datang kapan dan dimana saja. Kadang kehilangan itu begitu sangat menyakitkan. Namun, kehilangan pula mampu melatih kita untuk belajar menjadi manusia seutuhnya.

Untuk mengikhlaskan suatu hal, memang bukan perkara yang mudah. Telah banyak contoh akibat kehilangan sesuatu orang-orang nekad melakukan hal-hal yang diluar logika. Padahal sejatinya kehilangan itu jika ditanggapi dengan pikiran yang jernih, akan melatih kita untuk belajar bersabar, ikhlas menerima kenyataan yang terjadi. Bukankah pada hakikatnya semua yang ada di bumi ini adalah milik Sang Pencipta dan akan kembali kepadaNya.

Nyawa sekalipun akan meninggalkan kita suatu saat nanti. Apalagi hanya posisi,barang berharga dan sebagainya. Kita pula tak akan tahu kapan akan terjadi. Hanya siapkan diri dan berserah kepadaNya.

Lantas apa yang membuat kita begitu terpukul akan kehilangan ? Marilah belajar untuk mengikhlaskan sesuatu. Agar kita menjadi manusia-manusia yang berkualitas.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s