Senandung Kopi Kahayya

Kahayya, desa yang berada di kaki gunung Lompobattang. Secara administratif desa ini masuk dalam wilayah kecamatan kindang kabupaten Bulukumba.  Desa ini terletak pada ketinggian 1.000 – 1.600 meter dari permukaan laut. Tentunya dengan posisi geografis seperti itu, kondisi cuaca pasti sangat dingin.

Perjalanan kali ini memang bukan yang pertama kalinya. Ini merupakan kali keempat perjalanan saya. Selalu ada perubahan-perubahan yang terjadi tiap perjalanan saya ke desa ini, walaupun tidak begitu signifikan.

Saat pertama kali datang ke desa ini, saya bersama beberapa teman dari komunitas 1000_guru Makassar menyambangi satu-satunya sekolah dasar yang berada di desa ini. Tak lain tujuan kami untuk mengambil data yang akan dijadikan rujukan untuk melaksanakan kegiatan Traveling and Teaching Komunitas 1000_guru Makassar.

Sebulan kemudian saya dan rombongan 1000_guru Makassar kembali lagi datang desa kahayya. Namun kali ini kami datang bukan untuk survey lagi. Kami datang untuk berkegiatan disana dan berbagi dengan anak-anak sekolah. Sayangnya, perjalanan kedua saya ke desa kahayya singkat saja. Setelah kegiatan selesai kami tidak bermalam, berhubung masih ada agenda lain yang harus kami laksanakan. Namun kehadiran kami disambut dengan hangat oleh warga setempat. Buah Markisa dan kopi lokal kahayya menjadi suguhan pamungkas warga kahayya.

Kali ketiga kedatangan saya ke desa ini merupakan trip dadakan, karena penasaran dengan kondisi cuacanya yang dingin dan pemandangan yang indah di puncak desa ini – orang lokal menamainya tanjung-. Dengan bekal alat-alat camping dan berbagai alat penunjang berkegiatan bebas, kami menghabiskan satu malam di tanjung kahayya.

*****

Kedatangan saya keempat kalinya ke desa ini adalah untuk menghadiri pesta rakyat desa kahayya. Indonesia Movement Project (IMP), yang merupakan NGO yang sudah setahun mendampingi desa ini menjadi inisiator terlaksananya “Senandung Kopi Kahayya”.

Dengan konsep yang berbeda dengan pesta rakyat pada umumnya, Senandung kopi kahayya mampu menghibur dan memberi kesan yang baik bagi para peserta yang datang.

Peserta yang datang tidak hanya dari bulukumba saja, tapi masyarakat dari Makassar juga rela datang jauh-jauh untuk menikmati acara ini. Termasuk saya dan rombongan dari Kelas Menulis KEPO.

Walaupun harus berjalan kaki berjam-jam, rasa lelah kami terobati lewat penampilan apik dari para pengisi acara. Bagi saya, acara ini termasuk acara yang luar biasa. Acara yang keren namun jauh dari kesan hedon.

Bagimana tidak, stage kegiatan yang berada di bawah kaki gunung Lompobattang ini begitu sederhana. Pengisi acaranya pun sangat menghibur malam itu. Perpaduan puisi yang dibawakan oleh daeng Khrisna Pabichara dengan Irama sinrilik ditambah alunan biola membuat malam itu begitu sangat romantis. Perpaduan budaya dan musik yang begitu apik.

Tak hanya pengisi acara, panitia senandung kopi kahayya menempatkan peserta di tempat yang berbeda-beda. Dengan membagi menjadi beberapa kelompok, panitia mengarahkan kami ke rumah-rumah warga sekitar untuk menginap. Ini merupakan konsep yang tergolong baru bagi saya. Panitia sengaja menyiapkan rumah-rumah warga agar seluruh peserta mampu melebur dengan warga sekitar.

Secara keseluruhan, saya sangat mengapresiasi acara ini. Indonesia Movement Project sukses memperkenalkan kepada banyak orang tentang desa Kahayya. Beruntunglah kami bisa ikut kegiatan ini. Masih banyak orang, bahkan yang berada di kabupaten bulukumba belum berkunjung ke desa nan kaya dengan kopi,cengkeh, dan kekayaan alam yang lainnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s