Spending Nite, Ajang Hura-Hura ?

Sore itu saat matahari akan pulang ke peraduaanya,sekelompok mahasiswa masih tetap berkumpul, berdiskusi, dan latihan untuk persiapan pementasan mereka. Ada yang mengambil posisi jauh dari teman kelompoknya, berdiri tegap. Tangannya menggenggam sepucuk kertas yang penuh dengan coretan.

Setelah mengatur nafasnya, ia mulai berteriak-teriak layaknya Presiden yang lagi menyampaikan pidato di depan orang banyak. Sepasang mahasiswa lainnya sibuk memadukan irama gitar dan alunan suara Si Penyanyi. Riuh bak suara supporter sepakbola juga terdengar dari sisi lain taman perpustakaan daerah Sulawesi Selatan. Komplotan mahasiswa ini adalah mahasiswa baru. Nampak dari setelan rambut para pejantan tangguh kelompok ini.

Taman perpustakaan daerah Sulawesi Selatan memang acap kali menjadi tempat latihan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar. Selain Karena luas dan teduh, public space seperti itu belum ada di dalam kampus milik ormas islam terbesar di Indonesia.

Tak hanya satu kelompok mahasiswa saja yang sering kumpul di taman ini. Utamanya ketika akan ada kegiatan-kegiatan rutin mahasiswa, selalu saja taman ini menjadi pusat tempat latihan mereka.

“Bagaimana mi ini, berapa hari mami Spending Nite ? Tidak ada sama sekali ini persiapannya kelompok ta” keluh salah seorang mahasiswi. Spending Nite merupakan salah satu ajang unjuk gigi bagi para mahasiswa baru jurusan pendidikan bahasa inggris Universitas Muhammadiyah Makassar. “Liat ko meeting club lain tawwa, latihan semua mi, sisa kita ini tidak!” tambahnya.

sp1

sumber ; @EDSAUnisMuhMks

Kegiatan ini –spending nite- merupakan salah satu program kerja dari pengurus himpunan mahasiswa bahasa inggris atau yang lebih dikenal dengan EDSA (English Department Students Association). Konsep kegiatan berupa kompetisi lomba kreatif antar meeting club (biasanya di kampus lain disebut study club) angkatan baru.

******

Kegiatan ini bukan hanya ajang hura-hura belaka, tapi lebih kepada bagaimana supaya mahasiswa angkatan baru berani tampil di depan orang banyak. Selain itu, kegiatan ini menjadi batu asah untuk meningkatkan daya kreatifitas mahasiswa. Secara akademik, melalui kegiatan ini mahasiswa baru terlatih dalam menggunakan bahasa inggris. Memang dalam setiap item lomba, penggunaan bahasa inggris lebih menonjol dari pada bahasa Indonesia.

sp3

sumber ; @EDSAUnisMuhMks

Konsep spending nite dilaksanakan selama satu malam penuh sampai pagi hari. Sesuai dengan nama kegiatannya “spending nite” yang berarti menghabiskan malam. Seluruh pengurus himpunan sebagai panitia pelaksana dan mahasiswa baru sebagai peserta. Semua berbaur menghabiskan satu malam bersama dalam suasana keceriaan, semangat kebersamaan, dan sportifitas dalam berkompetisi.

Tujuh tahun yang lalu, masih kekal dalam ingatan saya saat menjadi peserta kegiatan ini. Setahun kemudian “naik level” menjadi panitia pelaksana dan tahun ini menjadi juri salah satu item yang diperlombakan.

Dalam sejarahnya, spending nite selalu dimulai dengan agenda lomba yel-yel competition. Semua kelompok peserta memperkenalkan timnya melalui yel-yel mereka. setelah itu speech contest, kegiatan ini menampilkan perwakilan dari tiap meeting club untuk tampil berpidato dengan menggunakan bahasa inggris.

Kemudian ada drama contest, disini tiap meeting club menampilkan ide dan kreatifitas mereka dalam membuat naskah. Dialog yang digunakan tetap menggunakan bahasa ingris. Untuk menyalurkan bakat menyanyi dan bermusik, ada acoustic competition. Tiap perwakilan membawakan lagu-lagu bahasa inggris baik lagu kekinian maupun lagu lawas.

sp2

sumber ; @EDSAUnisMuhMks

Kompetisi selanjutnya adalah spelling bee. Item kegiatan ini melatih para peserta untuk mengeja kosa kata dalam bahasa inggris. Selain menambah kosa kata, kegiatan terbilang interaktif untuk pengucapan alfabet dalam bahasa inggis. Terakhir ada fashion show, kegiatan penutup menampilkan sepasang mahasiswa dengan kostum-kostum yang sangat kreatif.

Kegiatan-kegiatan seperti ini bagi saya perlu dipertahankan dalam tiap periode kepengurusan EDSA. Mahasiswa butuh ruang untuk beraktualisasi. Apabila semangat ini mampu diarahkan ke arah positif, tentu akan menuai hasil positif pula. Sudah menjadi tugas tiap lembaga mahasiswa untuk mewadahi semangat aktualisasi. Oleh karena itu pengurus lembaga harus pandai melihat dan memanfaatkan peluang seperti ini. Pengurus lembaga seharusnya menjadi motor penggerak bagi mahasiswa baru. [MZUH]

Lembaga mahasiswa seharusnya melahirkan sosok-sosok yang memiliki kreatifitas, kritis, daya nalar yang tajam, jiwa sosial yang tinggi, dan prestasi akademik yang membanggakan. Bukan Mahasiswa yang hanya tau menghabiskan waktunya selfie di tempat nongkrong mewah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s