Pakailah Pengaman Sebelum Masuk!

Akhir-akhir ini, peran pihak keamanan kampus semakin dipertanyakan oleh mahasiswa Unismuh Makassar. “Tidak ada memang gunanya itu security” gerutu salah seorang mahasiswa yang menyaksikan unjuk rasa siang tadi (3 Desember 2015) di depan Rektorat Unismuh Makassar.

Demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa ini bukan tanpa alasan. Mereka mengeluhkan kinerja keamanan kampus. Salah seorang sahabat mereka, kehilangan motor Kawasaki Ninja RR keluaran terbaru yang  ditaksir seharga 30 juta rupiah. Tak hanya itu, selain motor ini dibeli cash oleh korban, usia motor ini masih sangat muda. “Belum cukup sebulan itu motor kodong” Keluh salah seorang pengunjuk rasa.

Kehilangan kendaraan, utamanya kendaraan roda dua memang tak hanya terjadi di kampus Unismuh saja. Saya pernah mendengar beberapa kali kejadian seperti ini di kampus-kampus lain. Kata teman mungkin sudah ada jaringan curanmor yang beraksi di tiap kampus yang ada di Makassar.

Saya tahu rasanya bagaimana kehilangan kendaraan. Saya juga pernah menjadi korban kehilangan motor di kampus. Saat itu ada jadwal mengajar pagi hari. Setiba di kampus, motor saya simpan di parkiran seperti biasa. Tak lupa pula dengan mengunci dan menutup pengaman kuncinya.

Saat menjelang waktu makan siang, saya hendak menghadiri acara aqiqahan sahabat. Berjalanlah saya bersama teman ke parkiran motor. Setiba di parkiran, motor saya sudah raib. Hilang entah kemana. Saya berusaha menghubungi teman-teman lain yang biasa memakai motor saya. Saya pikir, mereka telah memakai dan memarkir motor saya di tempat lain. Namun, tidak ada sama sekali yang memakai motor saya hari itu.

Setelah menyadari betul bahwa motor saya telah raib, segeralah saya melapor kepada pihak keamanan kampus. Sayangnya, respon dari pihak keamanan kampus tidak cukup memuaskan,”Tunggu dulu dek, saya hubungi orang rektorat” kata salah seorang satpam kampus yang menjaga pos siang itu.

“Mengapa harus menunggu instruksi lagi? Mengapa tidak segera membantu saya melapor ke kantor polisi atau pihak-pihak terkait lainnya?” Gumam saya dalam hati.

Daripada menunggu lama, saya berinisiatif melapor sendiri ke kantor polisi saat itu juga. Setelah menyelesaikan proses pelaporan, Petugas yang menerima laporan saya memperlihatkan tumpukan berkas laporan kehilangan yang ada di atas meja dekat komputernya. Sebanyak lima kali kejadian curanmor telah terjadi dalam sebulan terakhir. “Kenapa tidak ada tindakan dari kampus mu ini ? Eee liat ko sudah ada lima kejadian, enam sama kau” kata petugas itu sambil memperlihatkan berkas-berkas laporan kehilangan.

Enam kejadian curanmor yang terjadi membuat saya merasa miris terhadap kinerja pihak keamanan kampus. Dan sampai saat ini tak satupun yang ditemukan. “Mengapa kejadian seperti itu tidak mendapat perhatian serius oleh mereka ? Padahal sudah tugas mereka memastikan keamanan kendaaraan yang terparkir dalam kampus” keluh saya dalam hati.

Ketakutan saya adalah jangan sampai kejadian ini terulang lagi dan lagi. Kasihan mahasiswa yang datang jauh-jauh dari daerah untuk mengenyam ilmu tapi tidak mendapat rasa aman ketika berada di kampus. Seperti yang terjadi pada keluarga senior saya. Orang tua sepupunya itu rela menjual sawahnya untuk membelikan anaknya kendaraan roda dua. Sayangnya, motornya juga raib saat ia mau pulang setelah selesai mengikuti perkuliahan.

Setelah kejadian kehilangan motor saya hari itu, pihak keamanan kampus menerapkan aturan pemeriksaan STNK saat para pengendara motor hendak keluar kampus. Namun saya melihat masih ada kekurangan dalam penerapan aturan ini. Pengendara yang tidak membawa STNK, hanya diarahkan untuk memperlihatkan identitas dan mengisi di sebuah buku yang lebih mirip dengan buku tamu saat menghadiri kondangan.

Mengapa pihak keamanan tidak menerapkan sistem seperti di mall? Melarang kendaraan yang tidak memiliki STNK untuk masuk kampus. Kalaupun terdengar terlalu sadis, bagaimana kalau motor yang tidak memiliki STNK tidak boleh keluar kampus sampai pemilik kendaraan memperlihatkan STNK asli ataupun bukti surat kepemilikan yang lain. Bukan hanya dengan mengisi buku tamu saja. Toh buktinya masih ada kejadian serupa sejak aturan itu diberlakukan.

Pihak keamanan harus tegas dalam memberlakukan aturan ini, semua pemilik kendaraan yang tidak bisa menunjukkan bukti kepemilikan tidak dibolehkan membawa kendaraanya keluar kampus. Pernah saya dapati pihak keamanan tidak melakuka pemeriksaan, hanya karena pihak keamanan dan pemilik kendaraan saling kenal. Harusnya pihak keamanan tidak tebang pilih!

Selain itu, perlu juga pihak keamanan kampus untuk berjaga  di tiap sudut parkiran dan tidak hanya menumpuk di gerbang keluar. Saya yakin penjagaan yang ketat akan mempersempit ruang gerak pelaku curanmor.

Selain itu, kendaraan roda dua yang terparkir bisa lebih tertib lagi. Tidak seperti sekarang, kadang mahasiswa juga seenaknya saja memarkir kendaraan mereka. Padahal papan larangan untuk parkir lendaraan terpampang, segelintir mahasiswa seolah tidak peduli. Mereka tidak sadar tempat yang mereka tempati memarkir kendaraan roda duanya adalah satu-satunya jalan untuk dilalui kendaraan roda dua.

Untuk lebih meningkatkan rasa aman, CCTV juga perlu dipasang di tiap parkiran dan pintu masuk dan keluar kampus. Jadi semua aktifitas bisa terekam dan dapat dijadikan acuan ataupun barang bukti ketika terjadi curanmor ataupun kejadian lainnya.

Jika kesemuanya itu diterapkan, saya pribadi dan civitas akademika lainnya akan merasa lebih aman.

Problematika ini tidak akan bisa diatasi tanpa kerjasama semua pihak termasuk mahasiswa. Mahasiswa juga harus lebih ekstra hati-hati saat memarkir kendaraanya. Bawalah kunci ganda pada kendaraan anda.

Jadi ketika pihak keamanan sudah maksimal, mahasiswa juga perlu mendukung langkah mereka. Bukan malah melawan ketika mendapat sanksi atas kesalahan mereka sendiri. Kalaupun pihak kampus belum bisa memberlakukan metode-metode seperti diatas, sebaiknya mahasiswa membawa pengaman ganda sebelum masuk ke dalam kampus.[MZUH]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s